Tampilkan postingan dengan label Mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mitos. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Januari 2014

10 Museum Teraneh di Dunia

1. Museum Kriptozoologi Internasional, Amerika Serikat

Secara umum kriptozoologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang hewan-hewan yang belum terbukti keberadaannya. Termasuk di dalamnya adalah penelitian terhadap hewan yang telah punah atau hewan yang belum pernah terlihat wujudnya namun muncul dalam mitos atau legenda. 
Maka di museum inilah Anda dapat menyaksikan rekaan wujud hewan Bigfoot, Putri Duyung dan Chupacabra, seekor kambing penghisap darah yang mitosnya sering terdengar di Amerika Selatan.


2. Brotmuseum, Jerman

Kamu penggemar roti? Maka kamu harus menyempatkan untuk mengunjungi museum satu ini. Di dalam museum ini terdapat 18000 patung peraga yang menunjukkan proses pembuatan roti. Mulai dari pembuatan roti tradisional yang dikenal kurang lebih 6000 tahun lalu hingga yang semi modern.
Mungkin terdengar tidak menarik, namun mengetahui bahwa sejak ribuan tahun lalu nenek moyang kita sudah mampu membuat makanan lezat yang diwariskan hingga kini, tentu saja mengagumkan. Sayangnya museum ini tidak menyediakan sampel roti tradisional untuk dicicipi pengunjung.


3. The Museum of Bad Art


Jangan takut kalau orang lain menganggap lukisanmu jelek. Nyatanya, ada museum yang memajang hasil karya seni yang banyak dianggap 'buruk rupa'.
The Museum of Bad Art didirikan pada tahun 1994 oleh dealer barang antik Scott Wilson setelah ia menunjukkan pada teman-temannya sebuah lukisan yang baru saja ia 'selamatkan' dari tempat sampah. Berkat saran teman-temannya, Wilson akhirnya mengumpulkan karya seni yang terbuang ini ke dalam sebuah museum yang diberi nama Museum Of Bad Art. Marie Jackson, sang co-founder, menyebutkan bahwa museum ini didirikan untuk menghargai karya para seniman yang gagal dengan cara yang mewah.


4. Museum Rantai Anjing

Jutaan pecinta anjing mengunjungi museum yang berada di Leed Castle, Inggris ini setiap tahunnya. Museum ini menyimpan koleksi rantai anjing sejak abad 15 di Inggris. Sebagian besar koleksi rantai anjing saat itu terbuat dari bahan besi dan paku untuk melindungi anjing dari serangan hewan lain.


5. Museum Pakaian Dalam

Para perempuan mungkin perlu berterima kasih pada Frederick Mellinger, penemu push-up bra yang mampu membuat beberapa perempuan tampil lebih percaya diri. Sejak pertama kali berdiri pada tahun 1947, bisnis pakaian dalam milik Frederick pun berkembang pesat dan menjadi salah satu merek pakaian dalam terfavorit di California pada saat itu.
Frederick kemudian mendirikan The Lingerie Museum yang menampilkan koleksi perkembangan pakaian dalam wanita mulai dari bra, celana dalam, korset, hingga koleksi pakaian dalam yang pernah dipakai para selebritis. Salah satu koleksinya yang terkenal adalah korset mancung milik Madonna dan bustier yang dipakai Marilyn Monroe dalam film HOW TO MARRY A MILLIONAIRE.


6. Avanos Hair Museum, Turki


Cerita mengenai museum ini berawal dari sejak 30 tahun lalu, di mana kawasan Avanos memiliki seorang pembuat tembikar ternama bernama Chez Galip. Saat itu, salah satu sahabat perempuan Galip harus meninggalkan Avanos. Untuk mengusir rasa sedihnya, sahabat Galip memotong rambutnya dan meletakkannya di dalam kendi tembikar buatan Galip.
Sejak itu, perempuan yang mengunjungi toko tembikar milik Galip dan mengetahui tentang cerita ini turut bersimpati dan ikut memotong rambutnya dan menempelkannya di dinding lengkap beserta alamatnya. Setelah bertahun-tahun, akhirnya terkumpul lebih dari 16 ribu jenis rambut perempuan yang berasal dari seluruh dunia.
Setiap bulan Juni dan Desember, pembeli pertama di toko Galip akan mendapat kesempatan untuk memilih 10 perempuan yang beruntung memenangkan paket liburan di Cappadocia, Turki dari Galip plus bonus kursus membuat tembikar secara cuma-cuma.


7. Momofuku Ando Instant Ramen Museum

Momofuku Ando Instant Ramen Museum adalah museum yang berisi kumpulan kemasan mi instan dan cup noodles. Museum ini terletak di sekitar Stasiun Ikeda, Hankyu-Takarazuka Line. Tak perlu membayar biaya masuk, pengunjung bisa melihat perkembangan mi instan mulai jaman Perang Dunia II hingga saat ini.
Yang menarik, para pengunjung juga bisa mampir di dapur museum dan membuat semangkuk mi instan sesuai dengan selera mereka.


8. The Museum of Enduring Beauty, Malaysia

Beauty is pain is true. Ya, ungkapan bahwa banyak pengorbanan yang dilakukan untuk menjadi cantik ini memang terbukti kenyataannya. Banyak perempuan rela menderita secara fisik agar dapat terlihat cantik, dan museum ini merekamnya.
Tujuan didirikannya museum ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan perbedaan perspektif tentang kecantikan dari waktu ke waktu. Contohnya di China, pada masa akhir dinasti Tang dikenal anggapan bahwa perempuan cantik adalah perempuan yang memiliki telapak kaki kecil. Untuk mendapatkan kaki kecil, para ibu mengikat kaki bayi perempuan mereka dengan kain agar ketika dewasa nanti mereka memiliki kaki kecil yang berukuran sekitar 10-15 cm saja.


9. Museum Kunstkamera, Rusia

Museum Kunstkamera adalah salah satu museum yang paling terkenal di Rusia. Bukan hanya karena museum ini adalah museum pertama yang ada di Rusia, tapi juga karena koleksinya yang aneh. Bagaimana tidak aneh, kalau koleksinya sebagian besar terdiri dari awetan makhluk hidup yang terlahir dengan bentuk fisik yang tidak biasa?.
Tak hanya itu, museum ini juga menyimpan berbagai alat penyiksaan yang keji seperti kursi hukuman yang penuh paku dan bor kepala. Ternyata museum ini didirikan oleh Peter the Great untuk menghilangkan rasa takut manusia pada monster. Melihat koleksi yang ada, sepertinya memang tidak butuh monster untuk merasa ngeri...


10. Siriraj Medical Museum, Bangkok

Masyarakat lebih sering menyebut Siriraj Medical Museum dengan nama Museum Kematian. Sebutan tersebut tidak salah, karena museum ini menyimpan beberapa kerangka, awetan janin atau bagian tubuh yang meninggal karena berbagai sebab. Misalnya, dalam museum ini Anda akan menemukan bagaimana paru-paru manusia yang rusak akibat tusukan seorang psikopat, otak yang mengalami pendarahan dan anggota tubuh lainnya yang dimutilasi.
Terlepas dari koleksinya yang mengerikan, museum ini sebenarnya didirikan untuk keperluan medis. Museum yang terletak di Rumah Sakit Siriraj ini terdiri dari beberapa bagian museum medis termasuk di dalamnya terdapat museum anatomi, patologi, pengobatan tradisional Thailand dan museum toksikologi. Pada tahun 2008, Museum Siriraj juga menampilkan foto-foto aksi tenaga medis dari Rumah Sakit Siriraj ketika musibah tsunami tahun 2004 yang melanda Asia.
readmore »»  

Selasa, 13 Agustus 2013

5 Mitos yang Keliru Tentang Sifat Jenius

Sifat Jenius secara tradisional dilingkupi oleh sejumlah mitos yang menyesatkan. Mungkin orang-orang terintimidasi atau bahkan takut terhadap konsep jenius. Apapun dan bagaimanapun alasannya, mitos ini perlu diungkap, dibongkar dan dibuang jauh-jauh dari pemikiran kita.



1. "PARA JENIUS MEMANG TERLAHIR"Ide ini sangat lazim, namun tidak benar. Mengapa? Genetika memang mempengaruhi hidup kita, tetapi tidak sepenuhnya menentukan hidup kita. Jika mitos ini benar, mengapa kita tidak memenjarakan saja anak para pembunuh massal sejak mereka dilahirkan? Dunia barangkali akan jauh lebih efisien dan kurang kacau -dan kurang menarik- jika orang bisa diklasifikasikan begitu mudahnya. Pendidikan, pengaruh sosial dan lingkungan, pengalaman, ini sama pentingnya dengan warisan genetik. Bahkan dengan materi genetik terbaik sekalipun, tanpa ada pengaruh sosial yang positif dan keterampilan-keterampilan yang dipelajari, seseorang tidak bisa mencapai kondisi jenius.
Frasa "Para jenius memang Terlahir" digunakan sebagai suatu pembenaran untuk "KEMALASAN", sebuah alasan untuk tidak bekerja keras. Kenyataannya, kita semua terlahir lemah dan butuh bantuan. Bayi akan meninggal bila ditinggalkan tanpa perawatan selama seminggu. Disisi lain, bayi akan tersenyum bahagia dan tumbuh pesat bila dirawat secara layak. Para jenius dibentuk oleh orang-orang yang mencintainya: ibu, ayah, kakek-nenek, dan orang-orang dewasa lainnya yang menghabiskan hidupnya sembari berbagi tujuan, kebijaksanaan serta cintanya dengan sang cahaya dunia masa depan.



2. "PARA JENIUS SUDAH TERLIHAT SEJAK MASA KANAK-KANAKNYA"Mitos ini muncul dari pencampur-adukan gagasan tentang prodigy dan jenius. Mitos ini menyiratkan bahwa apabila seseorang anak tidak dikenali sebagai jenius di masa kanak-kanaknya, maka dia bukanlah seorang jenius. Sebenarnya, prodigy-lah yang dikenali dimasa kanak-kanaknya, prodigy adalah seorang individu yang menunjukkan hasil-hasil setingkat orang dewasa dimasa kanak-kanaknya. Jenius itu berbeda.
  • Albert Einstein, yang belum bisa bicara sampai berusia tiga tahun, dulunya adalah seorang dyslexic (penyakit dyslexia-penyakit tidak mampu membaca dikarenakan adanya cacat otak) yang mengalami banyak sekali kesukaran semasa dia bersekolah.
  • Pablo Picasso, baru berhasil menyelesaikan sekolahnya dengan ayahnya didampingi ayahnya yang duduk didekatnya selama mata pelajaran di kelas.
  • Thomas Alfa Edison, beberapa kali mendapat nilai C (dibawah 60) untuk mata pelajaran fisika.
  • Robert Frost, menerbitkan buku pertamanya di usia tiga puluh delapan tahun.
  • Peter Roget, menciptakan kamus Thesaurus-nya yang terkenal setelah dia pensiun di usia tujuh puluh tahun.
  • Michailo Lomonosov, pendiri Universitas Moscow pernah dianggap buta huruf karena ketika itu dia dia tidak bisa membaca dalam bahasa Yunani dan Latin. Pada usia sembilan belas tahun, ketika dia datang ke Moscow dari sebuah desa yang jauh diwilayah utara "untuk belajar", dia terlebih dahulu harus menjalani Sekolah Dasar. bayangkan, di Indonesia, siswa Sekolah Dasar kelas 1 berumur 7 tahun, sedangkan Lomonosof berumur 19 tahun!

Bisakah orang dimasa Edison dan Einstein bersekolah memperkirakan bahwa kedua orang ini adalah calon jenius masa depan??
Apakah ada di antara anak-anak berusia tujuh tahun yang menertawakan dan mengejek Lomonosov yang berusia sembilan belas tahun, ataupun para guru yang tersenyum masam kepadanya, pernah mengira bahwa mereka ketika itu sedang MENGHINA calon pendiri sains Rusia modern, "Universitas Satu Orang"??
TIDAK !
Dengan mempertimbangkan ini semua, akankah seseorang berani untuk meramalkan dimasa kini bahwa anak ataupun orang dewasa tertentu ini atau itu tidak akan menjadi seorang jenius ditahun-tahun mendatang? Untuk itu, marilah kita secara sadar merubah pernyataan, "Para jenius sudah terlihat sejak masa kanak-kanaknya", dan mempromosikan sebuah pernyataan baru, "Marilah kita mengenali seorang Jenius dalam setiap anak dan setiap orang."



3. "PARA JENIUS ADALAH ORANG-ORANG UNGGUL YANG BERBAKAT DALAM SEGALA HAL"Ya, memang ada jenius-jenius seperti Leonardo da Vinci, Johan Wolfgang von Goethe, Benjamin Franklin, dan Lomonosov yang dianggap abadi baik dalam sains maupun seni. Tetapi ada begitu banyak yang lainnya, Ludwig Van Beethoven yang tuli, Braille dan Hellen Keller yang buta, yang secara meyakinkan menunjukan bahwa orang-orang yang tampaknya berada diluar batas pinggir sekalipun bisa menjadi jenius, apalagi anak yang berkembang secara normal atau bahkan anak yang berbakat seperti anda. Jadi, setiap anak dan setiap orang BISA MENJADI JENIUS. Sejarah menunjukkan bahwa setiap anak dan setiap orang memiliki peluang, peluang untuk bisa menjadi jenius.

4. "PARA JENIUS ITU KEBETULAN"Sudut pandang ini berasal dari serendipitas, yakni ilmu tentang penemuan-penemuan secara kebetulan. Sebagai contoh,
Wilhelm Roentgen menemukan radioaktivitas ketika dia dengan agak ceroboh meninggalkan beberapa materi di film yang dibungkus dengan kertas hitam. Dia secara kebetulan mengembangkannya, dan menemukan bintik-bintik putih yang aneh di film yang dikembangkan itu. Itu berarti terdapat beberapa sinar yang tidak dikenal (sinar X) sedang menerobos kertas hitam yang biasanya tidak diterobos sinar-sinar biasa. Orang bisa mengatakan bahwa Roentgen beruntung, tetapi orang lainnya belum tentu menganggap ini sebagai penemuan yang bersifat kebetulan.

Pertimbangkanlah hal berikut ini,
Seberapa seringkah kejadiannya seorang normal bekerja dengan bahan-bahan radioaktif, dan punya film didekatnya, bahkan untuk membuat satu kesalahan seperti itu sekalipun? Roentgen adalah seorang peneliti. Dia memang akan sampai pada penemuan itu; entah lebih awal satu hari, atau satu hari sesudahnya-ini pasti terjadi. Apalagi, pada masa itu penelitian berlangsung di banyak laboratorium; kalau bukan Roentgen, maka seorang yang lain pasti akan membuat penemuan "kebetulan" yang kurang-lebih sama. Akhirnya, orang-orang lainnya yang kurang siap untuk penemuan itu atau tidak cukup cerdas untuk melihatnya sebagai suatu penemuan, mungkin akan mengatakan bahwa film itu buruk, dan tidak akan menghubungkan bintik-bintik putih di film tersebut dengan sinar-sinar aneh yang menerobos itu.
Orang jenius adalah para pencari yang tekun, mereka berada digaris depansepanjang waktu, itulah sebabnya mengapa mereka tampaknya selalu hadir pada saat yang tepat.

5. "PARA JENIUS ITU GILA"Diantara 4 mitos yang telah disebutkan diatas, mitos ke 5 adalah mitos yang paling populer dan terikat dengan kuat disetiap kepala anak adam (terutama di Indonesia). Dan mitos ke 5 ini adalah mitos penghambat utama mengapa seseorang harus berpikir dua kali untuk menjadi jenius, mereka takut dianggap gila.

Jenius itu dapat melingkupi beberapa aspek, tidak hanya jenius akademik, tetapi ada jenius musik, jenius fisik, dan jenius visual.

Saya bisa juga menambahkan bahwa seringkali BUKAN SI JENIUS YANG GILA, MELAINKAN MASYARAKATNYA. Gallileo disiksa dan dan dipaksa untuk secara resmi menanggalkan pandangan-pandangan "Bid'ah"-nya agar bisa bertahan hidup, dan pandangan itu adalah tentang bumi yang berputar. Tomaso Campanella secara diam-diam menulis utopianya (City of the Sun) di atas potongan-potongan kertas saat ia dipenjara selama bertahun-tahun; mengapa ia dijebloskan di penjara tidak lain karena dia berani berpikir tentang sebuah masyarakat masa depan dimana semua orang setara. Socrates diadili, dijatuhi vonis, dan dihukum mati hanya karena pembicaraannya dengan pemuda di pasar.

Ini menunjukkan bagaimana masyarakat-masyarakat masa lalu (yang sering kali gila) menentang masa depan. Albert Einstein, sebagai contoh yang lebih kontemporer, cukup beruntung eksis di suatu masyarakat yang sudah lebih beradab, karena kalau tidak dia bisa saja mengalami nasib yang sama.

Jadi secara garis besar, para Jenius memiliki peluang yang sama untuk berakhir di rumah sakit jiwa seperti halnya orang-orang lain di dunia ini. Namun demikian ada tetapi-nya yang ini sangat penting: Orang jenius akan dikenang. Orang yang bukan jenius, dan berakhir di rumah sakit jiwa, hanya akan menjadi bagian dari statistik medis.




Seperti anda lihat, banyak mitos melingkupi ide tentang jenius. Untuk menjadi jenius, ABAIKANLAH mitos-mitos itu. Kepercayaan-kepercayaan yang menyesatkan itu menghambat kita untuk mencapai potensi-potensi kita sepenuhnya. Mitos-mitos itu memungkinkan kita menjadi malas; mitos tersebut mengatakan kepada kita bahwa orang-orang akan menganggap kita gila jika kita mengemukakan ide-ide baru yang menantang; mitos tersebut mengatakan kepada kita bahwa kita akan menjadi orang-orang yang terusir mitos tersebut mengatakan kepada kita bahwa sudah terlambat bagi kita untuk menjadi jenius.

SEMUA ITU SALAH !

Kini setelah anda bebas dari mitologi menyesatkan yang melingkupi ide tentang jenius, mari kita jangan berhenti untuk mengungkap jenius di dalam diri masing-masing !
readmore »»  

Rabu, 24 Juli 2013

5 mitos Matematika yang Menyesatkan

Mitos 1: Matematika adalah ilmu yang sulit
Ada anggapan, hanya orang dengan IQ tertentu yang mampu memahami matematika. Ini jelas menyesatkan. Meskipun bukan ilmu yang mudah, Matematika sebenarnya merupakan ilmu yang relatif tidak lebih sulit jika dibandingkan dengan ilmu lainnya. Soal matematika terasa sulit karena kita tidak memahami konsep dasarnya. Seperti yang kita ketahui, Matematika merupakan ilmu yang terus berkisinambungan mulai dari TK hingga SMA. Jika ada mata rantai yang putus, berarti ada konsep yang hilang. Padahal konsep tersebut merupakan prasyarat untuk belajar Matematika lebih lanjut. Sebagai contoh, untuk menganalisis dan menghitung diperlukan pemahaman konsep bilangan dan ukuran. Pekerjaan menganalisis dan menghitung menjadi hal yang lebih mudah dan menyenangkan jika konsep yang mendasarinya dikuasai.


Mitos 2: Matematika identik dengan menghafal banyak rumus
Mitos ini menjadikan kita malas mempelajari matematika dan akhirnya tidak mengerti apa-apa tentang Matematika. Rumus Matematika tidak ada gunanya tanpa pemahaman konsep. Rumus yang sudah dihafal tidak akan bermanfaat ketika konsep belum dipahhami. Seseorang yang hafal rumus tidak akan mampu menjawab sebuah soal apabila tidak mampu memodelkan soal tersebut ke dalam rumus yang dihafalnya. Sesungguhnya, hanya sedikit rumus Matematika yang perlu (tapi tidak harus) dihafal, sedangkan sebagian besar rumus lain tidak perlu dihafal, melainkan cukup dimengerti konsepnya. Salah satu contoh, jika kita mengerti konsep anatomi bentuk irisan kerucut, maka lebih dari 90 persen rumus-rumus irisan kerucut tidak perlu dihafal.

Mitos 3: Matematika identik dengan kecepatan menghitung
Tidak dapat dipungkiri, menghitung merupakan bagian tak terpisahkan dai Matematika. Namun demikian, kemampuan menghitung secara cepat bukanlah hal terpenting dalam Matematika. Yang terpenting adalah pemahaman konsep. Melalui pemahaman konsep, kita akan mampu melakukan penalaran terhadap permasalahan untuk kemudian mengubahnya kedalam model matematisasi
Jika permasalahan sudah tersaji dalam bentuk matematisasi, baru kemampuan menghitung diperlukan. Itupun bukan sebagai sesuatu yang mutlak karena saat ini telah banyak alat bantu menghitung seperti kalkulator dan komputer. Jadi, mitos ini perlu diluruskan. Yang lebih tepat, Matematika selalu berhubungan dengan pemahaman dan penalaran

Mitos 4: Matematika itu abstrak, tidak realistis
Mitos ini benar-benar sesat. Fakta menunjukan bahwa Matematika sangat realistis. Matematika merupakan bentuk analogi dari realita sehari-hari. Contoh paling sederhana adalah solusi dari Leonhard Euler, matematikawan Prancis, terhadap masalah Jembatan Konisberg (agan bisa googling). Selain itu, hampir di semua sektor, teknologi, ekonomi, dan bahkan sosial, Matematika berperan secara signifikan. Smart Robot yang mampu berpikir berisikan program yang didasarkan pada konsep Fuzzy Matematika. Hitungan aerodinamis pesawat terbang juga dilandaskan pada konsep Matematika, geometri, dan kalkulus. Hmapir semua teori ekonomi dan perbankan modern diciptakan melalui Matematika

Mitos 5: Matematika adalah ilmu yang membosankan, kaku, dan tidak rekreatif
Anggapan ini jelas keliru. Meeskipun pemecahan masalah Matematika terasa eksak, tidak berarti matematika kaku dan membosankan. Meskipun jawaban yang benar dari masalah Matematika hanya (tunggal), cara atau metode menyelesaikan masalah matematika sebenarnya sangat bermacam-macam. Sebagai contoh, untuk membuktikan kebenaran teorema Pythagoras, dapat menggunakan banyak cara. bahkan menurut pakar matematika, Bana G. Kartasasmita, hingga saat ini sudah ada 17 cara untuk membuktikan teorema Pythagoras. Matematika juga rekreatif dan menyenangkan. Albert Einstein, menganggap Matematika sebagai senjata utamanya dalam merumuskan konsep Relativitas. Einstein menyukai Matematika ketika pamannya menjelaskan bahwa prosedur kerja Matematika mirip dengan cara kerja detektif, cara kerja yang sangat disukainya sejak kecil. Kalau kita mengetahui, cara kerja Matematika tak ubahnya seperti sebuah game yang seru.
readmore »»  

Minggu, 23 Juni 2013

Mitos tentang Petir

1. Petir Hanya Menyambar Saat Hujan 

Petir dapat menyambar sebelum, pada saat, atau setelah hujan. Bahkan, petir kerap muncul di langit biru pada cuaca cerah.

2. Petir Tidak Pernah Menyambar Tempat yang Sama Dua Kali

Petir sering menyambar tempat yang sama berulang-ulang, terutama tempat tinggi dan berujung lancip, seperti beberapa gedung pencakar langit.

3. Ban Karet Melindungi Anda

Mobil adalah salah satu tempat yang aman pada saat terjadi petir menyambar. Namun, itu bukan karena ban mobil. Bodi berbahan metal di luar mobil menghantar aliran listrik di luar mobil. Untuk berjaga-jaga, selalu pastikan jendela mobil tertutup rapat.

4. Berdiri di Bawah Pohon

Berada di bawah pohon pada saat hujan lebat disertai petir tidaklah terlalu aman. Seseorang berpotensi terkena sengatan petir secara langsung atau terluka oleh listrik yang mengalir di tanah.

5. Tidak Apa-apa Menyelesaikan Pertandingan Saat Hujan Lebat

Mengingat terdapat sejumlah kasus serangan petir, manajemen beberapa klub olah raga dunia kini mempunyai kebijakan baru. Pertangingan akan dihentikan sementara pada saat hujan deras demi keselamatan.

6. Telungkup di Tanah

Jika petir mengalir di permukaan tanah, menelungkupkan badan tidak selamanya menyelamatkan Anda. Tindakan seperti itu sudah tidak berlaku karena memberikan anggapan yang salah terhadap konsep keselamatan. Berdasarkan pendapat sejumlah ahli, tidak ada tempat yang aman di daerah terbuka saat petir menyambar.

7. Orang Yang Tersambar Petir Berbahaya Untuk Disentuh

Korban sambaran petir harus cepat mendapat pengobatan, seperti bantuan pernafasan (CPR). Badan manusia tidak menyimpan listrik dari luar, sehingga sangat aman untuk disentuh.

8. Aksesoris Berbahan Metal Mengundang Petir

Jangan bersusah payah melepas aksesoris metal Anda pada saat petir menyambar, sebab sejumlah benda tersebut tidak mengundang petir. Yang harus diperhatikan adalah tidak membawa payung karena itu membuat Anda lebih tinggi.

9. Saya Aman Berada Dalam Rumah

Ya, rumah atau bangunan lain adalah tempat teraman pada saat petir menyambar. Kendati begitu, pada saat berada di dalam, jauhi kabel telepon, perabot elektronik, dan alat-alat yang mengandung listrik lain. Jauhi pula air dan pipa-pipa. Dan yang terakhir, jangan berada dekat jendela hanya karena ingin melihat visual petir yang mengagumkan.
readmore »»  
Bleach - Kurosaki Ichigo's Sword Zangetsu